Perjalanan
Sudah lama rasanya saya tidak melakukan pendakian. Kalau gak salah seingat saya tahun 2019 terakhir mendaki dan tahun ini kembali menggendong carrier kesayangan saya ke kota Boyolali, Jawa Tengah. Saya bersama kawan baru saya bersama-sama mendaki gunung Merbabu, iya Merbabu yang sabananya sangat indah. Dalam perjalanan menuju kota itu perasaan saya campur aduk sangat campur aduk, banyak hal-hal yang saya pikirkan entah apa yang mengusik hati dan pikiran saya. Pikiran jelek pun muncul dan akhirnya membuat pertanyaan dengan kepala saya begini kira-kira "Kalau terjadi apa-apa sama saya gimana ya?" ahh sebal rasanya mempunyai pikiran seperti itu. Tapi, dengan tekat dan keberanian yang kuat saya buang pikiran jelek itu jauh-jauh. Tetap berprasangka baik pada hal apapun sebenarnya akan terasa damai.
Sesampainya di Boyolali kami semua menuju base camp pendakian Merbabu via Selo. Tidak lama dari itu, kami semua sudah siap untuk melakukan pendakian di pagi hari. Pendakian dimulai tidak lupa untuk berdo'a agar selamat sampai tujuan. Selangkah demi selangkah kaki saya menaiki gunung itu dengan nafas yang terengah-engah akibat jarang olahraga heheh, ya maaf untuk itu. Saya sarankan untuk olahraga dulu sebelum melakukan pendakian. Sama halnya dengan hidup, kalau sudah lelah berhenti dulu sebentar lalu lanjut lagi perjalananmu sampai ke tujuan. Sudah-sudah hidup itu jalanin aja kata kebanyakan orang diluar sana, tapi ya kan diri kita sendiri yang menjalankannya, jatuh-bangun berkali-kali apa tidak menjadi pikiran sepanjang hari? Dan bagaimana caranya agar kita terlepas dari pikiran itu ya? Sayang sekali sampai saat ini saya belum mendapatkan jawabannya, maaf.
Lanjut perjalanan di jalur pendakian ramai sekali seperti pikiran ini. Haduh-haduh. Gak apa kami saling menyapa satu sama lain ada yang dari Bogor, Yogyakarta, Blora, Bandung dan lain-lain. Saya selalu suka saat bertemu pendaki lain walaupun cuma bilang misi. Karena di mana pun kita berada sopan dan santun harus tetap dijalankan. Ada burung yang mengikuti perjalanan kami saat pendakian, saya gak tahu itu jenis burung apa. Kami lanjutkan perjalanan karena belum sampai ke tempat tujuan yaitu sabana. Di sabana kami mendirikan tenda untuk tempat tidur kami. Kami semua mengobrol, tapi maaf saya tidak banyak bercerita, saya akan coba untuk membuka diri saya ya. Malam pun tiba, hujan angin datang sangat besar, wah ini seperti bagian dari perjalanan hidup. Kan terkadang hidup tuh ya kita lagi tidak ada apa-apa tiba-tiba diterjang sesuatu yang membuat perasaan campur aduk dan bergetar mungkin bisa sampai panik.
Sabtu pagi sekitar jam 08.00 kami semua menuju puncak Merbabu. Perjalanan kami pun tidak semulus yang di perkirakan kabut datang dan pergi. Medan yang gak bisa di prediksi seperti apa membuat kami tetap waspada. Pelan-pelan tapi pasti itu sudah yang paling benar. Tidak tergesa-gesa untuk sampai tujuan karena masih banyak orang yang ingin sampai pada tujuan akhirnya. Saat mendaki pikiran saya ke mana-mana, hati saya hampa banget kenapa ya kira-kira? Saya sangat menikmati pendakian di Merbabu, sangat cantik pemandangannya. Sesampainya di puncak Merbabu ada rasa bangga tersendiri untuk saya dan kawan-kawan, keren juga ya ternyata bisa sampai ke tujuan. Semoga saja kami semua dapat mencapai ke tujuan akhir dengan bangga dan bahagia.
Setelah ini ke mana? Saya belum tahu tapi yang terpenting harus tetap berada di jalanNya.
Komentar
Posting Komentar